Beberapa minggu kemudian. Arka dan Arini memutuskan untuk menghabiskan pagi itu dengan cara yang lebih ringan. Udara pagi di taman kota yang luas masih sejuk dan menyegarkan, seperti pelukan lembut dari alam yang baru terbangun. Embun menempel gemerlap di daun-daun hijau yang lebat, menciptakan kilauan kecil di bawah sinar matahari pagi yang baru saja menyapa ufuk timur dengan cahaya keemasan yang lembut, hangat, dan penuh harapan. Aroma tanah basah bercampur dengan bau rumput segar dan bunga-bunga liar yang mekar di pinggir jalur setapak, menciptakan simfoni harum yang menenangkan jiwa. Arini berjalan pelan di samping suaminya, tangan mereka saling genggam erat seolah tak ingin ada jarak sedikit pun. Perutnya yang membulat indah di usia tujuh bulan kehamilan terasa semakin hidup, seseka

