Bab 185

1042 Words

Sore itu, sinar matahari mulai condong ke barat, mewarnai langi dengan gradasi oranye keemasan yang lembut, seolah alam sendiri ikut merayakan kehangatan yang akan segera memenuhi rumah mewah Arka dan Arini. Angin sore berhembus pelan melalui jendela-jendela besar ruang keluarga, membawa aroma bunga gardenia dari taman belakang yang Mbok rawat dengan telaten. Arini duduk nyaman di sofa empuk berwarna krem, kakinya yang sedikit bengkak ditumpukan di atas bantal, tangannya mengusap perutnya yang sudah membulat sempurna di usia tujuh bulan kehamilan. Senyum kecil selalu terukir di bibirnya setiap kali merasakan tendangan kecil dari calon bayi laki-laki mereka. Tiba-tiba, suara mobil terdengar di depan rumah. Arka yang sedang bekerja dari ruang kerjanya langsung turun, senyumnya melebar saa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD