Bab 15 7

2807 Words

Ponsel di tangan Arka kembali bergetar. Layar yang semula gelap kini menampilkan wajah Anita dalam bentuk panggilan video. Nama itu membuat Arini refleks memalingkan wajah. Sementara Arka menatap layar beberapa detik tanpa ekspresi, sebelum akhirnya menggeser tombol hijau dan mengangkat panggilan tersebut. “Ya?” Wajah Anita seketika muncul memenuhi layar. Rambutnya tampak sedikit berantakan. Ia mengenakan piama rumahan dengan bantal yang masih terselip di belakang punggung. Dari sorot matanya, terlihat jelas bahwa perempuan itu sedang menahan sesuatu sejak tadi. “Kamu di mana, sih, Mas?!” Nada bicara Anita sedikit menahan kesal. “Aku telepon dari tadi nggak diangkat.” Arka melirik sekilas ke arah Arini, kemudian kembali memusatkan perhatian pada layar ponselnya. Wajahnya tetap datar. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD