Bab 162

2361 Words

Anita mengembuskan napas pelan. Dadanya masih naik turun karena gugup, tetapi kali ini ia memaksa dirinya untuk tetap berdiri tegak di hadapan Arka. Selama ini, ia selalu memilih diam setiap kali suaminya bersikap dingin. Namun, malam ini, rasa segan yang selama bertahun-tahun ia simpan perlahan terkikis oleh kekecewaan yang sudah terlalu lama menumpuk. "Aku keluar sama temen, Mas." Arka berpikir sejenak, sebelum menanggapi. Tatapannya tetap bertahan di wajah Anita, mencari celah sekecil apa pun dari jawaban yang baru saja didengar. Sorot matanya datar, tetapi justru ketenangan itulah yang membuat suasana terasa makin menekan. "Teman yang mana?" Arka bertanya lagi. Dahi Anita mengerut. Ada rasa heran yang muncul begitu saja. Selama hampir empat tahun menikah, Arka tidak pernah bertany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD