Bab 66

2740 Words

Anita. Suara itu milik Anita. Arka menarik wajahnya dari tempat semula dan menatap ke arah Arini. Perempuan itu gugup bukan main. Kentara ekspresinya menahan ketakutan yang cukup besar. “Mas Arka.” Lagi, panggilan tersebut terdengar jelas. Nyaring. Suaranya makin jelas di balik lorong dapur. Arka segera meninggalkan kursinya dan berjalan ke arah lorong sambil menyambar minuman kaleng yang diambil dari kulkas tadi. Sementara Arini langsung turun dari meja pantry dengan hati-hati. “Kamu ambil air minumnya lama banget, Mas.” Anita memprotes sang suami yang tadi sempat bicara tentang niatnya datang ke dapur. “Bantu Mbok Sarni ambil keranjang belanja.” Ia mengangguk dan menatap wajah suaminya yang mantap ketika memberi jawaban. Cukup lama, sampai akhirnya Anita menyadari ada lebam t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD