Bab 18 Tidur Satu Kamar

1159 Words

Aku benci dengan Pria Arogan itu. Setiap kali aku teringat bagaimana dia memperlakukan aku, rasa marah dan jijik menyeruak begitu saja. Bodohnya aku, yang tak bisa melakukan apapun saat dia menyentuhku, merendahkanku di depan mata orang lain. Seharusnya aku bisa melawan, namun tubuhku terasa lumpuh, terperangkap dalam rasa takut yang tak bisa kulawan. Setiap kali dia mendekat, aku merasa seolah-olah aku kehilangan diriku sendiri. Pusing kepala ini terasa semakin parah setelah setiap kali selesai berurusan dengannya. Aku harus membenahi bajuku, memastikan tak ada yang curiga atau bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Aku berusaha keras untuk menjaga penampilan, agar tak ada yang bisa menebak betapa sakitnya hatiku. Dan lebih buruk lagi, ada wanita-wanita di kantor yang suka m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD