Diam-diam aku memikirkan tentang kejadian di bengkel waktu itu. Aku jelas melihat siluet Ardito di sana. Apa dia akan salah paham padaku sekarang? Rasa was-was menyelimuti pikiranku. Aku khawatir jika dia menilai aku dengan cara yang salah. Saat itu, mataku menangkap sosok Gino yang sedang berjalan ke arah kami. Ada perasaan tidak enak begitu melihat dia mendekat. Apa yang akan dia katakan kali ini? “Dimana Amira?” tanya Gino, suaranya terdengar serius. “Iya, aku? Ada apa?” Aku menjawab dengan bingung, masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Namaku disebut-sebut, dan aku tidak menyangka dipanggil seperti ini. Pasti ada hal penting yang harus aku urus. “Kamu disuruh ke ruangan Pak Ardito sekarang. Entah apa yang akan dia bicarakan padamu, tapi ada baiknya kalau kamu temui dia,

