Bab 15 Amira Lawan Pelakor

1120 Words

Aku terpaksa ikut bergabung bersama pria arogan itu, hanya agar tidak ada yang mencurigai niatku yang sebenarnya. Aku tidak sendirian, tentu saja. Aku menarik tangan Gita untuk bergabung, meskipun aku tahu dia juga merasa tidak nyaman di sini. Pria arogan itu menatapku tajam, mungkin merasa terganggu dengan keberadaanku di tengah percakapan dengan Polisa. Tidak peduli. Aku memang tidak seharusnya ada di sini, tapi ini lebih baik daripada menarik perhatian di tempat lain. "Siapa yang menyuruh kalian duduk di sini?" tanya wanita yang sudah mirip nenek lampir itu, suaranya penuh dengan rasa tidak sabar. Dari cara dia berbicara, jelas sekali kalau dia tidak suka diganggu. Aku pun sebenarnya malas untuk ikut-ikutan di sini, apalagi setelah melihat seseorang yang tadi ada di bawah menuju ke ar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD