89

1046 Words

  "Mah.. Mah.. Bangun… Mamah, udah siang."  Resti menggoyangkan kaki Amel. Tak keras memang karena gadis itu takut jika bahakkan Amel akan tersendat. Itu akan menjadi lebih mengerikan dimata dirinya dan Niel. "Mamah.. Kata Papah di suruh bangun. Makan Mah.." lagi– Resti masih mencoba.  "Maaah.."  "Yamaa Bak Yeye…" Lama Mbak Rere – Tak memiliki kesabaran sebesar sang kakak, Niel maju lalu mencoba menaiki ranjang dan yang terjadi tentu seperti biasanya,  Plak!!  "Ntok! Angun!"  Amuk anak itu sembari mendaratkan telapak tangan di wajah Amel. "Iyang ni.." Siang nih!  Niel ingin memberitahu wanita yang telah melahirkan dirinya untuk bangun. Hari sudah beranjak siang dan Mamahnya harus bangun. Plak! "Angun!" Bangun!   Mata Amel terbuka lebar. Ia merasakan jika posisi tubuhnya saat i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD