Ceklek!! "Say.." Kalimat Amel menggantung bersamaan dengan pintu kamar yang tak terbuka sempurna. "Dia tidur?!" tanya Amel tak percaya dengan dirinya sendiri. "Sumpah.. Ini nggak lucu banget! Dia beneran tidur?!" Amel berbalik, ia menutup pintu kamar terlebih dahulu sebelum melangkahkan kaki menuju ranjang- tempat dimana Hanggono terlelap sangat damai. "Mas…" panggil Amel. Wanita itu tak ingin usahanya sia-sia. Tenaganya bahkan sudah terkuras habis hanya demi melindungi diri bak kepompong. "Hanggono! Bangun!" Kesal Amel. Sial!! Demi apapun.. Amel ingin bertanya apa dosa dan kesalahannya sampai-sampai selalu harus menanggung perih sendirian. Lihatlah! Tuhan sedang menghukum dirinya karena menjadi istri durhaka. Ditinggalkan ketika ia sudah berjuang mati-matian untuk menyenangkan.“C

