93

1228 Words

“Ya-ang..” Dua alis Hang terangkat. Amel lalu tertawa. “Hahaha.. Dua manusia tua ini! Saya hanya bercanda tenang saja,’ ujar Amel dengan raut wajah serius sekali.  “Aduh.. Jeng Ono ini loh. Sampai deg-deg-an saya.” Jika Amel tak salah dengar, sedari tadi Marjan selalu memanggil suaminya dengan panggilan ‘Ono.’ Mungkinkah itu panggilan kesayangan?! Bodo amat, Amel terserah saja jika memang mereka memiliki panggilan sayang yang masih bertahan sampai kakek-nenek atau bahkan ketika ajal menjemput. Amel tak mau peduli.  “Eh.. Ikut saya yuk.. Saya punya hadiah loh buat kamu..”  Saya? Kamu? Menarik! Panggilan yang sangat berbeda dalam penyebutan diri. Amel benar-benar dibuat tak mau peduli setelah ini. Ia akan mengembalikan semuanya pada Hanggono. Apakah suaminya tipe sayang istri atau je

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD