“Pak Arsen! Maksud anda apa, anak saya mau dihamilin?!” sentak Hanggono Tirto dengan emosi berada di ubun-ubun. “Anda jangan macam-macam ya..” bukannya nada ketakutan yang Hanggono dapati, ia justru mendengar bahakan dari ujung sana. Benar-benar tidak waras rekan bisnisnya. Jika tak mengingat ancaman Marchellino Darmawan, Hang sungguh sangat ingin meledakkan kepala laki-laki itu. ‘Pak Hang saya tadi punya ide brilian loh. Saya pengen campurin viagra.. Itu tuh obat perangsang ke minuman Resti. Siapa tahu dengan begitu, anak bapak mau menerima perjodohan yang kita rancang.” Hang tersedak air liurnya sendiri. Ia seperti tidak asing dengan laju cerita yang akan dijadikan rencana dalam menggaet amin Resti dalam acara perjodohan mereka. Oh, tidak! Tidak! Arsen Ardiansyah tak mungkin tahu kis

