Hanggono memasuki rumahnya. Ia menyerngit kala mendengar suara keras sang ibu. Takut terjadi hal buruk pada wanita yang telah melahirkannya, Hanggono berlari. Langkah pria itu diikuti oleh Resti dan juga Hasan. “Mah ada apa?” tanya Hanggono pelan pada istrinya. Amel saat ini sedang berdiri tak jauh dari Sukma. Ibu Hanggono tersebut tampaknya sedang menerima telepon tapi hal yang sangat mengagetkan adalah teriakan wanita itu bahkan sampai di pintu utama. “Ibu telepon siapa?” Hang masih tak menyerah. “Besan kamu Pak.” “Bertemu cucu saya?! Sampai saya mati, Anda tidak akan bisa bertemu dengan Rahardian Kanjeng.” Sukmana Tirto tiba-tiba saja membalikan tubuh dan itu membuat Amel, Hanggono dan dua anak muda dibelakang mereka tersentak. Ekspresi wajah Sukmana begitu menakutkan meski tawa me

