Resti bersenandung kecil. Ia menormalkan ekspresi wajahnya sebelum membuka pintu kamar Amel menggunakan tangan kiri. “Mbak Sarah minumnya nggak dingin kan?” tanya Resti sembari mendekati asisten pribadi sang oma. Sarah mengangguk. Ia merasa tak enak karena dilayani oleh Resti yang notabenenya adalah salah satu bosnya. “Mbak Resti terimakasih.” Wanita yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya melahirkan itu terlihat sedikit kesusahan dalam bergerak. “Mama..” Sarah meringis kala Zeusyu semakin merapatkan lingkaran tangan diperutnya. “Mbak Resti bantu ya.” Sarah menganggukan kepala. Ia tersenyum sungkan pada Resti sebelum menempelkan bibirnya ke diameter gelas yang Resti pegang. “Masih susah ya Mbak? Aku ambilin sedotan aja deh ya.” Gelengan kecil Sarah berikan. Ia tak mau merepotka

