Memuakkan! Amel muak dengan segalanya. Ia membenci kebohongan meski dulu ia kerap sekali membohongi Hanggono agar dapat merasakan hari libur. Hal itu terhitung sudah sangat lama- tiga tahun lalu saat mereka masih menjadi atasan dan bawahan. Dak sekarang Hanggono masih sama terlihat menyebalkannya seperti dulu. “Apa yang Bapak perintahkan ke kamu dan saya nggak tahu?” Di meja atas meja kotak menyerupai meja makan keluarga, Amel meletakan tangannya di sana. Ia menatap Alex di sisi kirinya. Laki-laki itu berdiri sangat tenang. Mungkin- ketika Amel menodongkan revolver atau jenis lain, Alex juga tetap tak akan terlihat takut. Suatu hari Amel akan mencobanya untuk menguji Alex. “Bapak membeli lima persen saham Stasiun TV untuk diberikan pada Ibu. Selain itu ada dua persen saham, masing-masin

