124

1143 Words

“Jadwal hari ini apa, Han?” Hanggono- sembari mengangkat cangkir kopi, melirik asisten pribadinya. Laki-laki yang setiap pagi selalu menyambangi kediaman Tirto sebelum berangkat ke kantor itu saat ini sedang berdiri di sisi kiri Hanggono. Membuka gadget demi melihat setiap rentetan jadwal milik atasannya. “Siang nanti pukul sebelas ada pertemuan dengan pihak Bu Elips, Pak. Pertemuan dilanjutkan dengan acara makan siang bersama.” Hanggono mengernyit. Hidungnya kembang kempis, seolah sedang mengendus sesuatu. Hal pertama yang Hanggono cek adalah bau badannya sendiri. “Nggak..” bingung Hanggono. Aroma  bahkan masih menguar dengan kuat disetiap ketiaknya. Aneh! “Jadi saya nggak bisa makan siang bareng istri saya, Han?” tanya Hanggono, mencoba memastikan jika mungkin saja ada jadwal yang m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD