BAB 21

1273 Words

“Hari ini aku harus kerja, mungkin pulang agak sore. Kamu bisa mengurus dirimu sendiri?” Alister berpamitan pada Elaina yang sedang sarapan. Sepiring nasi goreng dengan omelet menjadi menu sarapan mereka. “Bisa, Pak. Ini udah bisa makan sendiri.” Alister menyesap kopinya. “Bagus.” “Pak. aku mau pamit kerja malam ini.” “Bisa?” Elaina mengangguk. “Bisa. Tadi malam aku udah coba oles concealer dan berhasil.” “Oke, aku bisa antar kamu ke bar.” “Bukannya kerja sampai sore?” “Nggak akan terlalu sore. Pasti bisa antar kamu.” Elaina mengulum senyum, merasa tidak enak hati dengan kebaikan yang ditawarkan Alister padanya. Hatinya bertanya-tanya, kenapa Alister begitu baik padanya. Dari awal bertemu sampai sekarang. Apakah benar yang diharapkan laki-laki itu hanya s*x? Mungkinkah sesuatu yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD