BAB 20

1296 Words

Tertampar oleh kenyataan pahit, Elaina beranjak kembali ke ranjangnya. Menyesali apa yang telah terjadi, tidak akan mengubah keadaan. la sudah bertindak nekat dan tidak ada gunannya lagi berpikir soal itu.Yang perlu dilakukannya adalah menyembuhkan diri dan berada sejauh mungkin dari keluarga Fidell. Ia merayap naik ke ranjang, kembali rebah sambil mengernyit menahan sakit. Menoleh saat mendengar ponselnya berdering. Tersenyum kala membaca nama Papanya tertera di layar. Menghela napas panjang, ia berusaha membuat suaranya seceria mungkin. “Elaina.” “Iya, Papa.” d**a Elaina tergetar dalam rasa haru. “Kamu baik-baik saja?” “Iya, Papa. Elaina baik-baik saja.” “Syukurlah. Apa hubunganmu dengan Fidell baik- baik saja?” Elaina meneguk ludah. “Ba-baik, Pa.” “Soalnya papa baca berita sekil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD