BAB 19

1381 Words

Ivanka menatap suaminya dengan rasa kesal. Ia sudah berusaha menahan diri agar tidak langsung marah, tetapi sikap Fidell membuatnya semakin tidak nyaman. Suaminya duduk di meja makan dengan gawai di tangan, matanya tidak pernah beralih dari layar. Ivanka merasa diabaikan karena setiap kata yang ia ucapkan tidak mendapat tanggapan. Fidell sibuk mengunyah makanan, bahkan ketika Ivanka mencoba menjelaskan hal penting yang ingin dibicarakan. Ia hanya menunduk, mengambil sendok, dan terus menambahkan makanan ke dalam piringnya. Ivanka menunggu dengan sabar, berharap setelah Fidell selesai makan, ia bisa mendengarkan. Namun, piring itu tidak pernah kosong. Fidell terus menambah nasi dan lauk, seolah tidak pernah merasa kenyang. Situasi itu membuat Ivanka semakin kecewa. Ia merasa pembicaraan y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD