“Hei, lepaskan dia. Kamu bikin Elaina sakit,” ucap Thomas. Tangannya berusaha mencekal lengan Alister namun dengan mudah ditepiskan oleh Alister. Alister tidak mengindahkan laki-laki itu, tetap menatap Elaina yang menolak untuk memandangnya. Tidak menyangka kalau kondisi gadis ini akan sangat mengenaskan. Lebam dan bilur serta beberapa luka bekas goresan nampak menghiasi wajah, lengan dan beberapa tempat yang terlihat. Alister yakin, bagian tubuh yang tertutup pakaian pun pasti memiliki bekas luka yang sama. “Siapa yang melakukan ini, Elaina?” tanyanya. Elaina menggeleng. “Bukan urusanmu, Pak.” Alister menghela napas panjang, merasakan kemarahan menggelegak dalam d**a. Baru kali ini ia dibuat marah karena melihat perlakuan kejam seseoranga pada seorang perempuan. “Aku bertanya sekali l

