“Pak Antasena akan turun sebentar lagi,” ucap Brama saat melihat Zana yang sibuk sendiri. Menoleh ke kanan dan kiri, memerhatikan setiap sudut ruangan. Bibir Zana membulat dan ia mengangguk. Ia melihat Brama menarik salah satu kursi. “Duduklah lebih dulu,” katanya. Zana menurut. Ia melangkah mendekati dan duduk di kursi kedua yang ditarik Brama. “Siapa saja yang akan datang?” tanyanya. “Hanya Pak Sena. Kak Saka dan istrinya sarapan di rumah mereka. Anindira sedang tidak ada di sini. Dan Tiara pulang ke rumah orang tuanya,” jawab Brama yang duduk di samping kiri Zana. Zana mengenal semua orang yang Brama sebutkan. Ajisaka dan Istrinya, anak tertua Antasena. Anindira adalah anak bungsu Antasena. Lalu Tiara, adalah istri sah Braja Krisna. Ia mengangguk mengerti pada Brama. Baru saja i

