Antasena duduk di kursinya, di balik meja kokoh berbahan kayu jati. Sejak tadi matanya menatap lurus pada foto keluarga yang terpasang di ruangannya. Foto dengan seluruh anggota keluarga. Brama juga ada di sana. Berdiri paling belakang dengan Dira yang bergelayut di lengannya. Tapi bukan itu yang sejak tadi menyita perhatiannya. Ia menatap satu wanita yang duduk di sampingnya. Dengan kebaya hitam, kain batik yang seragam dengan yang dipakai Antasena di foto itu, ditambah sebuah selendang berwarna hijau. Warna favoritnya. Wajah tersenyum Sofi Wirabawa. Senyum di wajahnya yang cantik dengan riasan mata berwarna hijau. Selalu berwarna hijau. Senyum itu adalah senyum yang tidak ada di foto ini. Senyum penuh kemenangan yang diperlihatkan wanita itu sehari sebeum kematiannya. “Aku sudah mena

