Gibran sudah dibuat mengelus d**a puluhan kali saat harus mengurusi Kai yang uring-uringan sejak pagi. Padahal hari baru menunjukkan pukul sebelas siang. Bisa dibayangkan akan seperti apa dia melewati harinya jika sudah sejak pagi-pagi sekali saja, Kai sudah sangat menjengkelkan. Pria itu, seandainya saja dia tidak membutuhkan pekerjaan ini dan tidak mempertimbangkan kebaikan Kai padanya selama ini, mungkin Gibran akan memilih mengundurkan diri karena tak tahan dengan sikap Kai yang cepat berubah-ubah. Dengan jam kerja super padat yang melebihi jam kerja asisten pribadi pada umumnya, Gibran seringkali harus berhadapan dengan sisi lain Kai jika atasannya itu jika sedang kambuh. Seperti menemani ke club malam jika Kai ingin mabuk, belum lagi jika dia harus menjadi sasaran empuk kemarahan