43. Menginap

1956 Words

Tak ada lagi jarak diantara keduanya, hidung Kai telah saling bergesekan dengan hidung Nadira. Hangat nafas Kai yang menerpa pipi Nadira, membuat bulu kuduk gadis itu meremang. "Apa yang kau pikirkan?" bisiknya pelan. Nadira dapat mencium aroma mint yang menyeruak dari mulut pria itu saat Kai membuka suara. Dengan jarak sedekat ini, Nadira merasakan detak jantungnya bertalu lebih cepat. Belum lagi aroma musk yang menambah kesan maskulin dalam diri pria itu, membuat angannya melayang. "Pijat kakiku!" Deg! Nadira menelan ludahnya kelat. Entah sejak kapan Kai menaikkan tubuhnya hingga Nadira tak sadar jika saat ini pria itu sedang menatapnya intens. "Ba ... baik." Nadira tersentak kaget. Dalam hatinya ia terus mengutuk dirinya yang sempat dirasuki pikiran kotor. Ia mengira akan terjad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD