Ternyata Begitu

1343 Words

Sampai malam, Tania belum juga keluar kamar. Aryo sudah mengetuk tapi nggak ada respon. Tania nggak masak, jadinya Aryo pesan delivery untuknya dan Dinda.   “Bunda nggak makan?” tanya Dinda ketika mereka hanya berdua saja di meja makan.   Aryo menggeleng. “Bunda kecapean. Biarkan saja dia tidur.”   “Tadi siang juga Bunda nggak makan. Cuma Dinda aja sama Tante Endang.”   “Tante Endang?” tanya Aryo ingin tahu.   “Iya. Tante yang mau culik Dinda itu. Sekarang perutnya besar, kata Bunda ada adek bayi di dalamnya. Papa … kapan perut Bunda besar? Dinda mau adek bayi juga!” serunya riang. Aryo tersenyum getir.   Gimana mau bikin adek bayi, akses masuknya aja diportal. Duh …   “Sudah cepat habiskan makannya, terus gosok gigi. Cuci kaki dan tangan langsung masuk kamar. Kalau Dinda mau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD