Bersama Dinda, Tania melupakan sejenak kekesalan pada dirinya. Sebagai wanita yang pernah punya karir dan berpikiran logis, dia nggak mau asal pake perasaan untuk mengatasi masalah kali ini. Kalau ikut perasaan, udah pasti Tania maunya ngamuk dan cakar-cakar mukanya Aryo. Biarin aja dia jelek yang penting jadi milik Tania seutuhnya dari pada punya muka ganteng tapi bikin ileran banyak wanita. “Bundaaa ….” Tiba-tiba Dinda menarik gaunnya dan bersembunyi di balik badan Tania. Anaknya jarang bersikap seperti ini dan Tania mencari tahu apa yang membuat Dinda ketakutan. Pandangan Tania menangkap sesosok yang sepertinya dia kenal. Agak ragu juga dari jarak mereka sekarang apalagi wanita yang dia lihat itu sedikit berbeda penampilannya. Namun setelah jarak menipis di antara keduanya, baru

