Di Saku

1455 Words

Perkataan Wulan di PKK tadi terngiang di kepala Tania. Meski sudah mencoba mengabaikan, tapi dia tetap tak bisa. Apalagi ketika dia bertanya pada Bu RT setelah acara selesai dan mereka tinggal berdua. Apa yang dia dengar sungguh-sungguh mengganggu pikirannya.   “Nggak usah ditanggapi. Ibu-ibu sini sudah tahu gimana mulut dia. Mbak Tania juga, kan sudah paham dia itu kayak apa.” Bu RT memberikan jawaban yang ngambang.  Namun ketika Tania mendesak supaya Bu RT berkata jujur, wanita itu akhirnya mengakui apa yang sudah didengar ibu-ibu dari mulut Wulan.   Tania berbaring miring di kasur, menghadap tembok. Suaminya sedang gosok gigi di kamar mandi. Ketika suara air sudah berhenti dan pintu kamar mandi terdengar dibuka, Tania pura-pura merem. Dia lagi nggak mood buat ngobrol sama Aryo.  

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD