Kabar Bahagia

1644 Words

Dari sudut matanya, Endang melihat kedatangan Aryo. Lelaki itu masih saja menawan seperti dulu. Meskipun Endang hanya melihat dari kejauhan, sudah cukup membuat jantungnya berdetak keras. Namun dia teringat peringatan Aryo ketika dia mencoba mengajak Dinda berkenalan lebih dekat. Aryo melarangnya berdekatan dengan Dinda atau dia akan melaporkannya ke polisi. “Pahlawan Teteh sudah datang. Endang pamit dulu.” Endang meninggalkan Tania dengan senyuman sinis. Dari tempatnya duduk dia melihat kalau wanita itu mengajak dua anak yang diasuhnya pergi meninggalkan arena bermain. “Kalian nggak papa?” tanya Aryo sembari mengusap punggung Dinda. “Dinda masih trauma sama Endang. Dia ketakutan lihat Endang dari jauh.” “Ke mana dia sekarang?” Aryo celingukan mencari sosok wanita itu. “Udah pergi. Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD