tiga puluh dua

1108 Words

Rei menoleh dengan terkejut sama juga halnya Bram dan Ratih. Mereka bertiga sama-sama menatap ke arah Yogi yang hanya tersenyum dengan santainya. Pria itu kemudian segera bersalaman dengan Bram dan juga Ratih. "Mas?" Yogi melirik ke arah Rei. "memangnya ada yang salah? Bukannya kamu udah setuju untuk nikah sama saya?" Mendengar apa yang dikatakan oleh Yogi itu, membuat kedua orang tua Rei kembali menatap ke arah putrinya. Tentu saja mereka tak habis pikir dengan apa yang dikatakan oleh Yogi. "Terserah kamu aja lah. Aku mau make up dulu sebentar, habis itu kita buru-buru jalan. Hari ini, Bebe nggak ikut, biar dia di rumah aja sama opa sama Omanya." Rei mengatakan itu kemudian dia melirik ke arah Ratih seraya menggelengkan kepalanya. Mencoba untuk memberitahu sang Ibu kalau tak perlu ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD