Eps. 51 Ciuman Hangat

1334 Words

Beberapa perawat dan tenaga medis segera datang setelah mendengar teriakan Ferrin. Tanpa banyak bicara, mereka bersama-sama mengangkat tubuh Grisel ke atas tandu dan membawanya ke ruang tindakan. Ferrin berjalan cepat di sampingnya, wajahnya tegang, keringat menetes di pelipisnya meski udara ruangan terasa dingin. Begitu sampai, ia langsung mengenakan sarung tangan dan mengambil alih penanganan. “Oksigen, cepat!” perintahnya singkat, matanya tak lepas dari wajah Grisel yang tampak pucat. Hal pertama yang diperiksa adalah kepala. Ferrin meneliti dengan cermat setiap sisi, mengusap perlahan rambut Grisel yang basah oleh darah. “Syukurlah… tidak ada cedera otak,” gumamnya lega. Luka di pelipis hanya dari bagian luar, pendarahan yang terlihat mengkhawatirkan, namun bukan luka dalam yang fat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD