Dari luar terdengar langkah kaki tergesa menyusuri koridor klinik. Suara hentakannya semakin dekat hingga berhenti tepat di depan pintu kamar Grisel. Tanpa banyak jeda, pintu itu terbuka dengan cepat, menampakkan Ferrin yang berdiri di ambang pintu, wajahnya sedikit berkeringat dan napasnya tersengal. Di tangannya tergenggam erat amplop cokelat bertuliskan hasil DNA Test Report. “Grisel… hasil tesnya sudah keluar,” ucap Ferrin dengan nada bergetar di antara lega dan gugup. Ia melangkah masuk, mendekati ranjang tempat wanita itu duduk. Namun sebelum sempat membuka amplop itu, Grisel yang kini sorot matanya jauh lebih tenang dan tajam, bicara hampir bersamaan. “Dok… aku mendapatkan ingatanku kembali,” ucapnya lirih namun jelas. Keduanya terdiam sesaat. Suara mesin infus di samping ranjang

