Di hadapan mereka semua, bukti itu terpampang nyata—hasil kiriman Kania yang menguak aib Arya dan Sisy, memperlihatkan perbuatan tak senonoh yang selama ini tersembunyi. Mata Elisa membelalak, dadanya seakan dihujam ribuan pisau tajam. Rasa terkejut dan malu menggulungnya seperti ombak besar, menghancurkan keyakinannya bahwa Arya benar-benar mencintai Kania. Namun kini, semuanya runtuh. Putranya, yang selama ini disangka penuh cinta dan hormat, ternyata telah mempermainkan martabat seorang wanita dengan kejam. Tubuh Elisa mendadak lemas, seolah tersengat listrik yang mengalir hingga tulang. Hampir saja ia terjatuh, tetapi Arman sigap merengkuh tubuh istrinya, menahan agar tidak roboh. "Ma, kamu baik-baik saja?" tanya Arman penuh cemas. Elisa hanya mampu mengangguk pelan, suaranya terden