"Lakukan saja jika kau berani," tantang Levon. Namun, bukan wajah gentar yang Katarina tampilkan. Ia justru bersikap seolah-olah telah menerima sebuah tantangan yang menyenangkan. "Aku harap kau tidak menyesal dengan ucapanmu itu, Vercelli." Katarina tersenyum sinis. Dor! Sebuah tembakan keluar dari pistol Katarina. Peluru menghantam lantai tepat di samping kepala Ella, hanya beberapa sentimeter dari pelipisnya. Pecahan kayu beterbangan, sebagian melukai pipi Ella hingga memerah. Levon menjerit, “KATARINA! HENTIKAN!” Suaranya menggelegar. Itu adalah kmarahan dari seorang pria yang baru saja kehilangan kendali atas seluruh nalurinya. Katarina mengangkat pistolnya lagi, kali ini mengarah santai ke d**a Ella, seolah menunggu sedikit alasan saja untuk menarik pelatuk. “Sedikit saja ka

