Bab 21. Tak Ingin Ditemukan

1053 Words

Levon menggeser kursi dan langsung duduk tanpa menunggu dipersilakan oleh dokter Virsha. Kursi di depannya berdecit pelan, seolah ikut mengeluh. Ia menyandarkan punggung, lalu menatap dokter Virsha dari balik sorot mata yang tajam. “Virsha ...,” katanya akhirnya. “Kenapa kau terlihat begitu berantakan?” Dokter Virsha tak langsung menjawab. Ia menutup map di tangannya dan perlahan meletakkannya ke meja dengan hati-hati. Lingkar gelap di bawah matanya memang tak bisa disembunyikan, begitu pula bahunya yang kaku, seakan beban malam ini terlalu berat untuk satu tubuh saja. "Kamu tahu jika aku selalu berantakan," jawabnya. "Karena kau terlalu jual mahal, Vir. Sudah kutawarkan padamu untuk ikut aku, tapi kau terlalu ... angkuh." Levon mengambil sebungkus rokok dari saku jasnya. "Stop it!" s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD