Gama begitu terkejut saat membaca pesan dari Vei. Hanya satu kalimat tapi berhasil membuatnya seakan berhenti bernafas. [Apa tawaranmu masih berlaku? Tolong, balaskan dendamku.] Apa ini mimpi? Jika Vei meminta tolong padanya, apakah itu artinya Vei kembali memberinya kesempatan? Tiba-tiba Gama membuka mata dan menyadari apa yang terjadi hanyalah mimpi. Ia menatap langit kamarnya selama beberapa saat kemudian bangun dari ranjang dan duduk di kursi gaming menghadap layar PC. Ia akan melakukan apapun yang ia bisa demi membantu Vei balas dendam karena ia yakin, mimpinya beberapa menit yang lalu akan jadi kenyataan suatu hari nanti. Hari telah berganti dan saat ini Vei tengah bersiap kembali ke kantor. Dena berhasil meyakinkannya bahwa dirinya harus tetap bekerja. Padahal, sebelumnya ia su