Vei menatap Gama malas, sangat-sangat malas. Jika saja ia tidak sengaja sudah membuka pintu, ia tak akan membuka pintu untuk Gama. “Sudah selesai?” ucap Vei setelah Gama memberinya penjelasan, mengatakan bahwa Maudy sengaja ingin membuat hubungan mereka retak. “Kau tidak percaya padaku?” ucap Gama di mana raut wajahnya tampak mengiba. “Aku percaya. Kalau begitu, pergilah," ucap Vei dingin kemudian segera masuk ke dalam rumah mengabaikan Gama. Gama masih berdiri di tempat dalam diam menatap pintu rumah Vei yang telah tertutup rapat. Apa semua harus berakhir di sini? Seperti ini? Padahal, baru kemarin mereka merasakan hal manis. “Argh!” Gama berteriak dengan kaki menendang udara. Ia benar-benar kesal dan marah. Padahal ia sudah sampai sejauh ini tapi semua hancur gara-gara Maudy. P