Alvaro yang melihat semua tampilan di layar besar itu, menatap tak percaya.
Sementara Zia memberi kode pada Leroy untuk bertindak.
Bugh.....
Satu pukulan mendarat di wajah Alvaro.
Membuat semua orang terpekik kaget. Leroy langsung menyembunyikan Zia di belakang tubuhnya. Anak buah Leroy yang baru langsung membentuk blokade untuk melindungi tuan dan nyonya muda mereka.
"Alvaro, kau ikut aku sudah lama. Aku masih tak menyangka jika kau tega padaku. Aku menganggap mu seperti keluargaku. Bahkan orang tua ku juga menyayangimu. Tapi kau buta tak bisa melihat mana yang benar benar tulus dan tidak. Dan juga masalah Evelyn, jika bukan karena kau yang memintaku bersamanya aku tak akan pernah mau. Selama ini aku baik, aku menjaganya karena aku menghormati mu!"
Semua perkataan Leroy seperti belati yang menusuk jantung Alvaro. Tak lama dari itu, terlihat Evelyn dan juga Rama di seret masuk ke dalam aula. Begitu juga beberapa orang manager dan direktur yang Zia kenal berasal dari perusahaan Agensinya.
Zia mengerutkan keningnya karena merasa tak menangkap mereka yang dari pihak agensi.
"Leroy, ini apa?"
Leroy melihat ke semua orang yang di bawa masuk ke dalam dan dijaga ketat oleh pihak kepolisian.
Semua karena perintahnya, tapi dia juga meminta papanya untuk membantu.
"Nanti aku jelaskan jika sudah dirumah."
Zia mengangguk mengerti, tak lama Natalie juga datang.
Dia membawa sebuah map di tangannya. Berisi data yang sebelumnya di selidiki olehnya.
"Aku disini juga ingin menambahkan tuduhan dari Rama yang mengatakan jika tuan Leroy menganiaya nya. Sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri, aku Natalie manager Zia di dunia model juga sekaligus asisten pribadi Zia di perusahaan kosmetik milik Zia sendiri. Pernikahan Tuan Leroy dan Zia sudah di atur oleh dua keluarga besar. Saat mereka belum menerima perjodohan itu, Evelyn sudah menerima sejumlah uang yang dia minta dari keluarga tuan Leroy sebesar sepuluh milyar. Ada hitam di atas putih. Dia meminta uang itu sebagai syarat agar Tuan Leroy bisa menikah dengan Zia. Tapi pada kenyataannya seperti yang kalian lihat setelah pernikahan mereka. Evelyn masih berusaha menghubungi Tuan Leroy, dan dia juga bekerja sama dengan beberapa orang management untuk menghambat karir Zia yang sudah lama dia rintis. Semua buktinya ada disini. Kalian juga akan mendapatkan bukti digitalnya!"
Natalie mengatakan itu dengan tegas. Dan siapa saja yang mengenal Natalie tahu jika gadis itu sudah bekerja, semua akan dilakukan dengan serius.
"Sayang, kenapa aku baru tahu kalau kau punya perusahaan sendiri?"
Zia mengerjap lucu, dia menggaruk hidung nya yang tak gatal.
"Bisa itu kita bahas nanti?" bisik Zia pelan.
Leroy melengos, dia kesal karena dia tak tahu apapun soal Zia. Setelah ini dia akan mencari tahu semua tentang Zia dan semua kehidupannya.
Evelyn yang melihat bukti kejahatannya di bongkar di depan media menggelengkan kepalanya cepat.
"Leroy, aku tidak melajukan itu. Kau tidak bisa membuatku seperti ini. Aku hamil anakmu!"
Teriakan Evelyn membuat semua orang diam seketika. Alvaro yang juga mendengar itu langsung menoleh ke arah Evelyn.
Rasanya tak mungkin Evelyn hamil anak Leroy. Dia menatap Evelyn tajam tapi Evelyn tak perduli dengan nya. Alvaro bahkan sangat yakin jika anak yang di kandung Evelyn adalah anaknya. Atau bisa jadi anak dari pria pria yang pernah tidur dengan Evelyn.
"Kau tak mungkin hamil anak Leroy, dia tak pernah menyentuhmu. Jangan bicara hal tak masuk akal. Kau bohong!"
Bukan Leroy yang menjelaskan, tapi Alvaro yang menjawab semua tuduhan Evelyn pada Leroy.
Zia menggenggam tangan Leroy dan mulai kembali berbisik.
"Lihat, mereka akan saling menghabisi setelah ini. Kita tak perlu repot repot turun tangan."
Leroy mengangguk, tapi dia terlihat gelisah karena menahan diri sejak tadi. Bagaimana tidak, sejak tadi Zia berbisik di dekat telinganya dan itu membuat hal sensitif milik Leroy mulai memberontak di bawah sana.
"Oh ayolah Leroy, kenapa kau lemah sekali? Dia bahkan tak menyentuhmu, tapi kau sudah bereaksi seperti ini. Sial, Zia, bisa bisanya kau bikin aku gila . Aku baru sembuh dari demam, jangan sampai aku demam lagi. Bisa bisa dia juga akan menganggap ku lemah!" batin Leroy.
Berkali kali Leroy mencoba menahan diri dan mengontrol dirinya sendiri.
Sementara itu, Evelyn berusaha memberontak dan ingin mendekati Leroy. Dia tak terima ketika melihat Leroy berinteraksi dengan Zia sedekat itu.
"Zia, kau wanita tak tahu malu. Kau merebut kekasih ku. Kau merusak semua rencana masa depanku. Harusnya aku yang menikah dengan nya bukak kau, cewek sialan. Kau cuma perusak hubungan orang!"
Evelyn terus memaki Zia , dan itu membuat geram semua orang. Evelyn yang sudah jahat kepada Leroy tapi dia masih tak terima dengan fakta yang ada.
Leroy yang melihat Evelyn seperti itu merasa kasihan.
Wajah sendunya terbaca oleh Evelyn dan membuat Evelyn tersenyum lebar.
"Kau pasti tak tega dengan ku kan? Kau masih mencintaiku, tolong ceraikan wanita itu dan menikah dengan ku. Anak ini adalah anakmu. Aku rela melakukan semuanya karena aku mencintaimu."
Zia yang melihat wajah Leroy berubah sedih, menggigit bibir bawahnya.
Dia tahu, Leroy berpacaran cukup lama dan pastinya banyak menghabiskan waktu bersama Evelyn.
Leroy menunduk, tapi saat Zia ingin melepaskan tangannya Leroy menahannya.
"Jangan pergi, percaya padaku sekali lagi." ucap Leroy pelan.
Zia memindai wajah suaminya yang terlihat lelah.
Ada banyak kesakitan disana dimana dia dikecewakan banyak orang disekitarnya.
"Dulu aku memang tulus padamu, mengusahakan semua yang terbaik untukmu. Menjagamu mati Matian agar kita bisa bersama saat kita menikah nanti. Tapi setelah aku bersama Zia, aku bisa membedakan mana yang benar benar peduli padaku atau tidak. Jika di ingat, kau hanya bersikap baik kepadaku ketika kau membutuhkan uangku. Tapi ketika aku membutuhkan mu, kau tak pernah ada. Bahkan disaat aku sakit, mama yang urus. Padahal saat itu kau juga tahu aku sedang sakit. Tapi kau tak pernah menjengukku sama sekali."
Leroy menghela napas panjang dan melihat ke arah Zia.
Lalu kembali menatap Alvaro dan juga Evelyn bergantian.
"Aku menganggap kalian keluarga ku sampai aku menentang papa dan mama. Tapi ternyata feeling orang tua memang tak pernah salah. Hanya saja Al, aku tak menyangka kau akan dibutakan oleh kebencian yang tak ada bukti jika aku memang pantas kau benci."
Zia melihat semua kesakitan di setiap kata kata Leroy. Sedangkan Rama sejak tadi hanya diam karena semua usahanya gagal. Dan dengan kejadian ini dia sudah kehilangan semuanya.
"Leroy, kembali ke rumah bersama ajudan papa dan Daddy. Mereka akan mengantarmu kesana. Urusan disini aku yang urus. Kau baru saja sembuh, jangan sampai kau kembali tumbang."
Zia kali ini bersikap tegas karena Leroy sudah menahan diri sejak tadi.
"Sayang aku.... "
Melihat Zia menggeleng, Leroy tahu istrinya tak bisa di bantah lagi.
Akhirnya dia patuh, semua interaksi itu terekam di memori semua orang.
Setelah kepergian Leroy, Zia yang awalnya bersikap lembut kembali pada Zia yang menatap semua orang dingin.
"Alvaro, kau tahu kesakitan seorang keluarga yang di kecewakan? Leroy tak marah, tapi dia tak akan lupa dengan apa yang kau lakukan!"
Zia beralih pada Evelyn yang sejak tadi menatap nyalang ke arahnya.
"Dan kau?" tunjuk Zia pada Evelyn.
"Kau tak usah bilang jika itu anak Leroy. Bahkan di saat kau bersama Alvaro, tubuhmu itu juga di jamah banyak orang. Termasuk Rama."
Zia mengulurkan tangannya pada Natalie untuk meminta bukti semua yang di katakan nya.
"Disini ada semua catatan waktu wanita itu menyesal sebuah hotel, dan juga foto foto wanita itu bersama laki laki yang berbeda. Aku pun sanksi jika siapa sebenarnya ayah dari anak yang dikandung wanita itu. Oh, bayi itu tidak bersalah, tapi wanita itu yang membuatnya ikut menderita karena ulahnya."
Setelah mengatakan itu, Natalie membagikan semua bukti yang dikatakan Zia pada semua awak media.
Evelyn lemas, dia tak bisa bertindak apa apa setelah ini. Hancur sudah semua yang sudah dia rencanakan.
Lalu Zia menatap Rama kasihan, Rama ada model yang mempunyai talent yang bagus. Hanya karena rayuan Evelyn membuat dia terjerumus semakin jauh.
"Rama, aku menyayangkan semua yang kau lakukan selama ini. Aku sudah pernah memperingatkan mu dulu. Jangan mengikuti jejak orang tuamu. Apa kau lupa posisimu disana? Atau aku harus bilang jika kau hanya anak angkat disana? Kau di angkat derajatmu oleh orang tuamu yang sekarang. Tapi kau menghancurkan sendiri keluarga Cemara yang kau bangun hanya karena wanita itu!"
to be continued