JPU (19)

1312 Words

“Om Darren mau bawa Bryan dan Mama ke mana?” tanya Bryan dengan senyum di bibirnya “Kita ke ruangan Om, ya!” “Yeyy.. Bryan jadi Bos, dong!” Darren tersenyum bahagia melihat kelucuan Bryan. Tangan mereka saling menggenggam selayaknya seorang Ayah dan anak. Melihat hal itu Amora tersenyum bahagia. Andai waktu bisa diulang ia pasti akan memperjuangkan Darren apapun yang terjadi. “Namun, nasi telah menjadi bubur. Apa yang telah terjadi tidak bisa diubah.” ujar Amora dalam hati Ting Mereka keluar ketika pintu lift terbuka. Darren mempersilahkan Bryan dan Amora masuk ke dalam ruangannya. Bryan menganga tidak percaya melihat kemegahan ruangan Darren. Ia berdecak kagum karena baru pertama kali melihat ruangan sebesar ini. “Wahh.. ruang kerja Om Darren besar sekali.” ujar Bryan dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD