Darren menyelipkan kedua tangannya di sela ketiak Clarissa lalu mengangkat tubuh istrinya dengan mudah. Ia mendudukkan Clarissa di samping tempat kompor. Darren mengukung tubuh istrinya dengan kedua lengan agar Clarissa tidak bisa pergi ke manapun. Clarissa mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suami untuk berpegangan. Bohong jika dirinya tidak merasa malu meskipun Darren adalah suaminya. “Mas, turunin Clarissa!” “Sstt.. diamlah, sayang!” “Clarissa merasa nggak nyaman dengan posisi kita saat ini.” “Nggak nyaman kenapa, hm?” Darren menelisik tubuh istrinya dengan teliti. Berulang kali ia menelan ludahnya kasar karenn pemandangan indah tepat di hadapannya saat ini. Darren beralih mengelus pipi istrinya dengan lembut, lalu tangannya bergerak semakin ke bawah. “Mashh..”

