Ceklek “Assalamualaikum.” salam Darren sembari membuka pintu kamar “—“ Ketika pintu terbuka hanya keheningan yang ia dapatkan. Ia melihat istrinya tertidur di sofa sembari memegang ponsel di tangannya. Darren semakin merasa bersalah setelah melihat istrinya, Clarissa. Darren mendekat ke arah istrinya. Ia berlutut sembari menatap wajah teduh Clarissa. Kerutan di keningnya menunjukkan jika Clarissa tidak tenang dalam tidurnya. Ia khawatir akan keberadaan suaminya. “Maafin saya, ya! Saya sudah membuat kamu khawatir dan menunggu.” lirih Darren agar tidak membangunkan istrinya. Darren melepas jas kantornya lalu menggulung lengan kemejanya sampai siku. Ia menggendong Clarissa ala bridal style memindahkan istrinya ke atas kasur agar tidurnya lebih nyaman dan tenang. “Enghh..” lenguh

