Pukul 05.00 WIB “Enghh..” lenguh Clarissa Mata Clarissa mengerjap pelan pertanda ia akan bangun dari tidunya. Ketika ingin bangun ia merasa ada beban di atas perutnya. Ia sedikit menunduk dan ternyata lengan Darren yang menimpa perutnya. Kedua pipi Clarissa bersemu merah mengingat moment mereka tadi malam. Mereka baru saja melakukan malam panjang. Clarissa mencoba menyingkirkan lengan Darren dari atas tubuhnya, namun bukannya terlepas laki-laki itu justru semakin mengeratkan pelukannya. “Emhh.. jangan dilepas!” ujar Darren dengan mata terpejam “Sudah memasuki waktu subuh, mas.” “Lima menit lagi!” “Tapi…” “Sstt.. diamlah, sayang! Hanya lima menit saja.” Darren menggesekkan hidung mancungnya di leher jenjang Clarissa membuat wanita itu merasa kegelian. Darren tidak bisa dia

