Darren terkejut tiba-tiba mendengar Ibu mertuanya memanggil Clarissa. Suara ketukan pintu semakin kencang membuat Darren merasa panik. Ia takut istrinya tiba-tiba bangun dan menyadari keberadaannya. “Bunda ternyata sudah bangun.” gumamnya “Aku harus segera pergi dari kamar Clarissa. Tapi bagaimana caranya?” Tok.. tok.. tok “Clarissa kamu sudah bangun, nak?” panggil Rosa sedikit lebih keras “—“ Tok.. tok.. tok “Clarissa, kamu dengar suara Bunda nggak?” “—“ “Astagfirullah.. anak itu sudah bangun apa belum? Tumben pintu kamar dikunci segala?” Rosa tidak berhenti memanggil putrinya membuat Darren semakin panik. Ia memakai pakaiannya dengan terburu-buru sebelum Clarissa bangun. Dan setelahnya ia menuju jendela untuk mencari jalan keluar. “Semoga masih bisa turun.” gumam Da

