JPU 33

1565 Words

Keesokan harinya Semalaman Darren tidak pulang. Ia tidur di depan rumah mertuanya demi mendapat maaf. Ia tidak peduli dengan kondisi tubuhnya yang menggigil kedinginan. “Mas Darren!” panggil Pak Bandi Sudah memasuki waktu subuh dan sudah seharusnya Darren menunaikan kewajibannya sebagai seorang Muslim. “Mas Darren, bangun!” “Hmm..” Perlahan Darren membuka mata karena merasa terganggu. Ia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena udara dingin menusuk kulit tubuhnya. “Kenapa, Pak?” “Em.. sudah memasuki waktu subuh, mas. Lebih baik Mas Darren sholat dulu!” “Baiklah. Terima kasih, Pak.” Pak Bandi hanya tersenyum sebagai jawaban. “Em.. apa di pos security ada Musholla, Pak?” “Tidak ada, mas. Biasanya saya sholat di dalam.” “—“ Darren terdiam. Apa ia diizinkan masuk ke dalam r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD