Bab 33 - Rencana Gila Amara

1218 Words

Helikopter yang membawa mereka terbang rendah di atas perbatasan Austria, membelah kabut tebal yang menyelimuti pegunungan Alpen. Di dalam kabin yang sempit, aroma sisa mesiu dan keringat dingin masih terasa kuat. Amara menyandarkan punggungnya pada dinding kabin, sementara Leo tertidur dalam pelukan Siska yang masih gemetar. Rahasia yang diungkapkan Sang Arsitek mengenai asal-usul Leo terasa seperti racun yang perlahan menyebar ke seluruh aliran darah Amara, membakar sisa-sisa kewarasannya. Raka yang duduk di kursi pilot cadangan terus memantau radar. Wajahnya yang tegap tampak kaku di bawah cahaya lampu instrumen yang remang-remang. Ia melepaskan *headset* komunikasinya dan berpaling menatap Amara. Ketegangan seksual yang biasanya menyelimuti mereka kini tertutup oleh awan kelabu ketida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD