Rublyovka, Moscow, Mansion Romanov

2147 Words

Lima Belas Menit Sebelum Kavin Muncul di Pantai … Pagi itu seharusnya sama seperti hari-hari biasa. Marthen sedang mengikat simpul tali di geladak perahunya sambil menggerutu pada knot yang terasa lebih keras dari biasanya. Orias sibuk menggesek mata kail dengan penuh semangat anak lelaki yang sangat gemar melaut. Doresia duduk di tepi perahu kecil, mengayun-ayunkan kakinya sambil memakan pisang goreng. “Papa!” seru Doresia jahil, “kapan melautnya? Perutku sudah lapar duluan!” “Kau baru makan pisang dua,” protes Marthen sambil tertawa kecil. Semua terasa normal, tenang, damai … sampai suara jeritan memecah udara. Suara yang hanya keluar dari Orias ketika ia melihat sesuatu yang sangat … besar. “PAPA!!!” Jeritannya melengking khas Bajo. “KAPAL BESAAAAARRR!!” Marthen spontan berhenti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD