Samudra segera memarkirkan mobilnya di garasi lalu ia melihat sang ibu juga Kinara tengah duduk dimeja makan ketika masuk ke dalam rumah. “Loh, ada mama?” ucap Samudra sedikit terkejut. “Kamu tumben pulang sore, masih jam 5 sudah sampai rumah. Memangnya lagi gak banyak kerjaan?” ucap Ratna balik bertanya sambil mengupas mangga. Bagaimana ia tak ingin pulang lebih awal jika teringat kejadian kemarin saat Fey datang kerumah untuk bertemu dengan Kinara. Jika ia tak mengikuti perasaannya mungkin saja ia tak memergoki kehadiran Fey. Samudra hanya diam dan segera menghampiri Kinara, memegang dahi gadis itu seolah tengah memeriksa kondisi Kinara. “Sudah tidak panas. Masih pusing? Mual gak?” tanya Samudra dengan suara datar tapi terdengar lembut. Kinara hanya bisa menundukan pandanganny

