Lelaki mana yang tak berhasrat melihat gadis di depan matanya menggunakan pakaian setipis mungkin dan benar -benar terbuka. Walaupun seorang Ustadz, Ikhsan tetap saja laki -laki yang memiliki perasaan, hasrat dan nafsu. Begitu juga saat ia melihat Bulan yang punggungnya terlihat mulus dengan kulit sawo matang dan b****g yang tetap saja menggoda imannya walaupun tak begitu besar. Apalagi statusnya saat ini dengan Bulan sudah SAH sebagai suami istri. Ibarat ingin melakukan hal itu juga halal dan tidak ada hukuman yang bakal mencelakainya. Namun, Ikhsan tetap teguh dengan kesepakatan yang di minta oleh Bulan sebelum ia melangsungkan acara ijab kabul dan resepsi pernikahan. Ikhsan memilih duduk di sofa dan merapikan semua kado pernikahannya ditumpuk menjadi satu hingga tinggi. Ia memindahka

