Bulan terpaksa mandi besar karean memang takut sudah terjamah oleh Ikhsan, Suaminya. Bukan hanay wudhu biasa yang menjadi kewajiban sebelum melaksanakan sholat. Ikhsan dengan setia menunggu kehadiran Bulan. Ia tahu Bulan sedang mandi besar di pagi yang dingin ini. Mau tertawa rasanya tapi Ikhsan sebisa mungkin menahan rasa tawanya itu di dalam hati saja. Ia berhasil mengerjai Bulan, istrinya dengan candaan yang menurutnya luar biasa sekali. Bulan sudah selesai mandi. Dengan cepat ia menutup tubuhnya dengan piyama handuk dan keluar dari kamar mandi. Rambutnya di balut dengan handuk keramas yang kecil. Kedua matanya langsung terkunci menatap Ikhsan yang sudah menunggu Bulan di atas hamparan sajadah. Dua sajadah berbahan bulu halus sudah di gelar berurutan. Satu sajadah untuk Ikhsan mengim

