Ikhsan menatap ke arah sprei putih yang di tunjuk oleh Bulan. Sprei dengan bercak merah di beberapa bagian. "Ohh, Ini namanya darah perawan. Gak masalah," ucap Ikhsan lalu mengambil sprei itu untuk di cuci. Raut wajah Ikhsan malah terlihat lega dengan senyum tersirat. Ikhsan tidak marah sama sekali. Bulan yang memang masih polos hanya bisa terdiam menatap Ikhsan yang melepas sprei putih dengan noda darah itu. Ada perasaan malu di dalam hati Bulan. Dengan cekatan, Ikhsan mengganti sprei itu dan melipat sprei putih itu tanpa membawanya ke tempat cucian. Hal ini malah semakin membuat Bulan bingung. "Kok dilipat, By?" tanya Bulan pada suaminya. "Mau disimpan buat kenang -kenangan," ucap Ikhsan lembut. Bulan menunduk malu. Noda merah begitu saja harus di simpan. Bulan memang tidak paham d

