Beberapa kali Bulan berteriak dengan keras saat Ikhsan mulai mencoba menerobos. Rasa sakit, takut, cemas, khawatir bercampur menjadi satu. Kedua mata Ikhsan begitu teduh hingga membuat Bulan merasa baik -baik saja dengan perlakuan Ikhsan yang begitu lembut. Rasa takut itu perlahan memudar dan Bulan mulai menikmati permainan Ikhsan yang baru merasakan malam pertamanya. Pergerakan Ikhsan begitu pelan dan selalu bertanya pada Bulan. Apakah sakit? Apakah Bulan nyaman? Apakah Bulan menikmati? "Sakit Sayang?" tanya Ikhsan lirih masih mencoba untuk menerobos ke dalam. Bulan mengangguk kecil dan menjawab dengan deheman. "He em." "Biby jadi ragu meneruskannya," ucap Ikhsan dengan pelan. "Gak apa apa By. Ini kan pahala juga buat Bulan," ucap Bulan dengan wajah serius. Ikhsan tersenyum lebar d

